(DOC: TABLOIDIMAJI.COM/ BAMBANG HERLAMBANG)

Ribuan Bal Monza Masuk Dari Malaysia ke Tanjungbalai

Admin | 5 March 2016 | 08:58 WIB
(DOC: TABLOIDIMAJI.COM/ BAMBANG HERLAMBANG)
(DOC: TABLOIDIMAJI.COM/ BAMBANG HERLAMBANG)

Pedagang biasanya memesan pakaian bekas dengan cara menelepon melalui pemasok yang mendapatkan barang melalui jalur laut di Tanjung Balai. Mayoritas pakaiaan bekas ini  datang dari Jepang dan Korea. Pakaian bekas tersebut transit dari Malaysia dan Singapura sebelum akhirnya dibawa ke perairan Tanjungbalai.

TABLOIDIMAJI.COM, MEDAN – Seorang perempuan paruh baya mengeluarkan puluhan potong jins dari sebuah goni besar berwarna putih kecoklatan. Jins tersebut hendak digantung secara berjejer di kiosnya yang ukurannya sekitar 3 meterx3 meter. Celana jins yang dikeluarkan dari dalam goni atau yang disebut bal tersebut adalah brand terkenal.  Seperti Levi’s, Channel  dan Wrangler. Di kios di sebelahnya, ada pula yang membuka bal berisi baju, sepatu, tas, ataupun topi. Dan semuanya adalah barang-barang bermerek. Namun, dijual dengan harga miring karena memang semuanya adalah jenis barang second hand.  Mereka adalah para pedagang pakaian bekas atau yang disebut monza di Pasar Melati,Tanjung Anom, Medan.

Meski kategori barang bekas,yang membeli produk monza, secara kasat mata bukanlah orang yang berada di level bawah.  Pembelinya datang dengan mobil mewah. Seperti yang diutarakan oleh seorang pedagang pakaian bekas yang sudah lebih dari 10 tahun berjualan monza di Pasar Melati. “Dulu orang sini mana tahu merek, belakangan karena banyak yang datang orang-orang kaya dan sering mencari merek-merek tertentu. Jadinya, kami pun  lama-kelaman jadi tahu merek dan sudah bisa menentukan harga buat pakaian- pakaian bermerek,” ujar perempuan paruh baya ini saat ditemui IMAJI pekan lalu.

Merek – merek ternama seperti Gucci, Levis, Nike dan lain sebagainya menjadi incaran para pengunjung. Pasar Melati juga ramai pada hari Selasa, Jumat dan Minggu, karena pada hari tersebut  para pedagang biasanya buka bal. Dan, mereka belum memisahkan mana yang kategori branded mana yang tidak.

Hampir sama dengan Pasar Melati,  para pedagang monza di Jalan Cengkeh Raya Simalingkar ini juga menjual pakaian bekas impor dengan miring  Harga yang dipatok dipasar Simalingkar terkadang lebih murah dari Pasar Melati. Alasannya karena Pasar Melati orang – orang sudah mengenal barang dengan kualitas bermerek . Di Pasar Simalingkar, masih bisa ditemui pedagang yang menjual pakaian seharga Rp 10.000 untuk tiga buah. Tentu saja pengunjung harus pintar – pintar memilih. beberapa pakaian yang sudah digantung atau dilipat rapi harganya bisa menjadi lebih tinggi.

Para pedagang monza biasanya membeli satu bal pakaian bekas  seberat 120 kilogram seharga Rp 3.500.000- Rp 4.500.000. Satu bal rata-rata berisi sekitar 300 hingga 600 potong pakain. “Itupun tergantung jenis pakaiannya. Biasanya Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta/bal untuk jaket dan jins,” kata  Dani pedagang  monza di Pasar Melati. Dani menjelaskan pedagang biasanya memesan pakaian bekas dengan cara menelepon melalui pemasok yang mendapatkan barang melalui jalur laut di Tanjung Balai. Mayoritas pakaiaan bekas ini  datang dari Jepang dan Korea. Pakaian bekas tersebut transit dari Malaysia dan Singapura sebelum akhirnya dibawa ke perairan Tanjungbalai.

“Untuk menyiasati pemeriksaan petugas biasanya pemasok akan membongkar bal pakaian dan mengemas pakaian tidak dalam bentuk bal karung. Karena biasanya petugas yang melakukan pemeriksaan ada  di daerah Tebing Tinggi simpang Beo. Ini merupakan akses keluar masuk via darat dari Tanjung Balai menuju kota Medan,”Dani menjelaskan.   Sulitnya mendapatkan barang dari pemasok mengakibatkan pedagang mesti mengeluarkan modal lebih besar untuk membeli sejumlah bal pakaian bekas. Padahal jenis barang di dalam bal juga belum tentu kualitasnya bagus.”Saat ini pedagang sedang sensitif bang karena membaca berita pemusnahan dan pencegalan pakaian bekas,”ujar seorang pedagang monza di Simalingkar. (crewimaji)

 

Baca selengkapnya di Tabloid Imaji edisi cetak, terbit Kamis (3/3/2016) atau unduh gratis di bit.ly/imaji09