ilustrasi

Untung Dibalik Penjualan Paket Data Internet

Admin | 18 June 2016 | 13:24 WIB
ilustrasi

TABLOIDIMAJI.COM, MEDAN – Peluang bisnis  menjual voucher pulsa dan paket data internet saat ini sedang marak dan semakin populer di kalangan masyarakat. Bisnis menjual pulsa seperti pulsa elektrik dan isi ulang voucher saat ini termasuk kebutuhan paling dibutuhkan. Ditambah lagi dengan munculnya smartphone terbaru dengan harga murah, mudahnya mengakses internet dari smartphone. Bahkan saat ini banyak sekali penjual paket data internet di pinggir jalan, mereka menjual paket internet dari berbagai provider. Menggunakan mobil sewaan, penjual paket data bisa berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya.

Penjualan voucher pulsa dan paket data internet ini tidak membutuhkan biaya yang begitu besar. Dan dapat dilakoni seorang diri. Mahasiswa, ibu rumah tangga, tak sedikit yang melirik peluang bisnis ini.  Seperti yang dilakukan Dicky Andrian warga yang memulai berjualan kartu perdana sejak Juni 2013 lalu. Ia menjual kartu provider dengan mangkal di mobil yang aa sewa dari abang iparnya sebesar Rp200.000 per hari. Ia merogoh kocek sebesar Rp15 juta untuk membeli beragam kartu provider.

“Peluang menjual kartu ini sangat besar, apalagi di tengah-tengah kebutuhan  internet masyarakat yang semakin tinggi. Mulai dari anak-anak hingga orang tua,” kata Dicky. Ia tak menampik kedekatannya dengan distributor yang lebih besar, bisnisnya semakin dimudahkan.  Ia memaprkan, enam bulan berjualan modal sudah balik. Bahkan sekarang abang iparnya yang biasanya ia sewa untuk berdagang, dibelinya dengan cara dicicil per bulan.

Dalam sehari Dicky bisa mendapatkan penghasilan kotor sedikit Rp 1.500.000. Setidaknya sebanyak 30 kartu seharga Rp 50.000 laku terjual. Jika penjualan sedang ramai dalam sehari aa bisa dapat Rp 2.000.000. “Berjualan seperti ini jauh lebih menguntungkan. Dari satu buah kartu perdana saya bisa mengambil untung Rp5.000-Rp10.000 per buah,” katanya.

Semua provider kartu dijual Dicky. Mulai dari Telkomsel, XL, Tri, Indosat, Smartfren dengan harga mulai Rp 25.000-Rp200.000. Semua harga produk tergantung pada fasilitas dan kuota paket yang disediakan. Dicky juga selalu menjelaskan kepada pembeli kuota yang disediakan kartu tertentu, termasuk masa aktifnya. Pemberitahuan ini juga sebagai informasi ke pembeli agar tidak salah dan berujung complain.

Seorang konsumen,  Wirda Ningsih menuturkan lebih memilih membeli kartu perdana berisi kuota daripada harus memasang paket dengan kartu yang sudah ia gunakan sebelumnya. “Lebih simpel, nggak ribet, dan bisa gonta ganti provider. Kalau bermasalah, bisa langsung ganti providernya. Resikonya memang harus buka tutup dan pakai buang kartunya. Tapi gak masalah sih, saya pilih beli yang di mobil karena memang itu yang paling mudah dicari dan langsung dapat di pinggir jalan dekat dengan tempat tinggal,” Wirda menjelaskan.

Selain Wirda, pengguna smartphone canggih sekarang ini memang rata-rata punya dua handphone dalam genggamannya. Satu handphone digunakan untuk paket data dan satu lagi khusus untuk telepon dan berkirim pesan singkat. (PUT)