IMG-20170908-WA0011
Kategori: Healthy Life

Pasien Kecelakaan Kerja dapat Biaya Perawatan dan Gaji dari BPJS Ketenagakerjaan

Admin | 8 September 2017 | 15:19 WIB
IMG-20170908-WA0011

TABLOIDIMAJI.COM, TANJUNG MORAWA – Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang sedang dirawat di rumah sakit karena kecelakaan kerja bisa tenang. Lantaran selama dirawat baik rawat inap maupun rawat jalan, biaya perawatan dan gaji semua ditanggung BPJS Ketenagakerjaan.

Pernyataan ini diungkap Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Umardin Lubis saat menjenguk pasien Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam Herlina Wati, pegawai PT Olaga Food Tanjung Morawa yang mengalami kecelakaan kerja.

“Kami dari BPJS Ketenagakerjaan menganjurkan kepada Ibu, jangan cepat-cepat minta pulang, harus benar-benar sembuh baru pulang ya,” kata Umardin Lubis, Kamis (7/9/2017).

Herlina pun menyambut baik kunjungan dari tim BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengucapkan banyak terima kasih karena dari awal dirawat hingga hari ini dirinya mendapatkan pelayanan cukup baik dari rumah sakit

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tanjung Morawa Syahrial mengatakan selama tidak bekerja, peserta mendapat manfaat yakni Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB). Dalam manfaat itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan uang pengganti upah kepada peserta melalui perusahaan hingga mampu kembali bekerja yang disertai surat keterangan dokter.

“Biaya yang diberikan sebesar 100 %, 6 bulan pertama, 75%, 6 bulan kedua dan 50%, 6 bulan berikutnya hingga bulan-bulan berikutnya hingga peserta kembali bekerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa Gatut Bambang Adijatmiko mengapresiasi pelayanan RS Grand Medistra Lubuk Pakam yang memberikan pelayanan yang baik mulai dari Herlina Wati masuk hingga dirawat. “Kami mengapresiasi pelayanan Grand Medistra yang menjadi trauma center di wilayah kerja kami,” ubarnya.

Diwaktu yang sama, Jajaran BPJS Ketenagakerjaan juga mengunjungi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang rawat jalan bernama Jowanda Pratama yang mengalami cacat tetap Kepada peserta, Umardin mengungkapkan hal yang sama bahwa gaji Jowanda tetap dibayarkan sampai dia mampu kembali bekerja. (MEL)