Bandara Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

TABLOIDIMAJI.COM, MEDAN – Pemerintah lewat Menteri Perhubungan menetapkan status Bandara Silangit di Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara menjadi bandara internasional. Dengan demikian, rute penerbangan dari dan ke luar negeri pun dapat dilakukan melalui bandara ini.

“Setelah mendapat status bandara internasional ini, maka dalam waktu dekat akan diwujudkan penerbangan rute luar negeri di mana potensi terbesar dalam waktu dekat adalah rute dari dan ke negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand,” ungkap Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin seperti dikutip dari Detik, Senin (11/9/2017).

Berbagai pengembangan pun telah dilakukan seperti perluasan runway dari 2400 x 30 meter menjadi 2650 x 45 meter, penambahan kapasitas apron dari hanya menampung dua unit pesawat Boeing 737–500 menjadi dapat menampung hingga empat unit pesawat Boeing 737–900 Extended Range atau sekelas, perluasan terminal dari berkapasitas 36.500 penumpang per tahun menjadi berkapasitas 1 juta penumpang per tahun, serta sarana operasional pendukung lainnya.

Sementara itu, dilansir dari Liputan6, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapan, status bandara internasional akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Oktober mendatang. Sebelum peresmian tersebut, Binsar pun telah menjajal penerbangan internasional dari Singapura menuju Bandara Silangit dengan menggunakan jet pribadi saat menghadiri Karnaval Pesona Danau Toba beberapa waktu lalu.

“Oktober ini, Presiden Jokowi akan meresmikan Bandara Silangit sebagai bandara internasional. Jadi, harus benar-benar siap,” kata Luhut.

Dengan dibukanya penerbangan internasional, diharapkan potensi kunjungan wisatawan asing dapat melonjak. Luhut lebih jauh menuturkan dia telah melakukan pertemuan dengan beberapa negara, yakni Tiongkok, Jepang, dan Singapura beberapa hari lalu. Ketiga negara tersebut, sambungnya, ingin berinvestasi di Danau Toba, terutama di bidang infrastruktur.

Menurutnya, saat ini paling banyak turis itu datang dari Tiongkok, selanjutnya Australia, dan Singapura. Untuk itu, Indonesia harus benar-benar menyiapkan segalanya agar masyarakat bisa menikmati keuntungannya.

“Jadi menurut saya, Pak Bupati, Pak Gubernur perlu menyiapkan pelatihan untuk ahli-ahli handycraft kita. Supaya nanti mereka tidak membawa handycraft dari luar,” katanya.

Menko Luhut mengajak semua pihak untuk bersama menatap masa depan masyarakat sekitar Toba yang lebih baik. “Kita tunjukkan orang Batak itu betul-betul bisa deliver apa yang sudah dijanjikannya. Horas!” katanya. (*/NUR)