Pasatuan Induak Bareh Kota Medan

TABLOIDIMAJI.COM, MEDAN – Menyambut milad ketiga, Pasatuan Induak Bareh Kota Medan menyelenggarakan Medan Minangkabau Fest Saraso di Ranah Minang Basamo Pasatuan Induak Bareh. Acara ini berlangsung pada 12 –  14 September 2017 di Raz Plaza Hotel jalan Dr Mansyur Medan.

Wagub Sumut, Nurhajizah Marpaung yang hadir dalam acara tersebut mengharapkan organisasi-organisasi khususnya perempuan seperti Pasatuan Induak Bareh akan lebih banyak lagi tumbuh di Sumatera Utara. Hal ni dikarenakan masih banyak lagi masyarakat khususnya perempuan di Sumatera Utara ini yang membutuhkan bantuan.

Nurhajizah pada kesempatan tersebut mengapresiasi organisasi Induak Bareh yang kelahirannya dibangun atas dasar prinsip kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan telah menunjukkan kiprahnya di tengah-tengah masyarakat Sumatera Utara.

“Kebersamaan tentu akan selalu baik daripada bercerai berai, seperti kata pepatah Minang, barek samo dipikua, ringan samo dijinjing. Ka bukit samo mandaki, ka lurah samo manurun. Sakabek bak siriah, sarumpun bak sarai. Satumpuak bak pinang, sadantiang bak basi, saciok bak ayam,” ujar Nurhajizah.

Makna pepatah ini adalah kebersamaan yang terjalin, lanjut Nurhajizah, membuat mampu menghadapi situasi apapun. Kebersamaan juga melahirkan kekuatan untuk menghadapi tekanan. ”Diharapkan Persatuan Induak Baleh menjadi contoh bagi organisasi-organisasi lainnya yang dasar berdirinya adalah kebersamaan,” kata Nurhajizah.

Kehadiran Pasatuan Induak Bareh di tengah masyarakat Sumatera Utara sejadinya adalah bentuk dari kepedulian masyarakat minang untuk berperan aktif dalam membangun provinsi Sumatera Utara. Meskipun organisasi ini adalah organisasi yang berbasis pada ikatan minang, bukan berarti organisasi ini akan membatasi diri pada sekat-sekat kultural yang ada.

“Karena dalam masyarakat modern yang terbuka, perbedaan budaya bukanlah penghalang kesatuan melainkan perekat integrasi. Perbedaan budaya juga adalah kekayaan bagi masyarakat plural yang heterogen dan multicultural, termasuk provinsi Sumatera Utara,” sebut Nurhajizah.

Pada kesempatan itu ia juga berharap organisasi-organisasi yang ada seperti Pasatuan Induak Baleh juga dapat membantu masyarakat dengan memberikan lapangan pekerjaan agar masyarakat khususnya generasi perempuan tidak terjerumus pada perbuatan-perbuatan yang dapat merusak masa depan mereka, terkhusus bagi generasi muda perempuan. “Mari kita cegah anak-anak kita khsusus generasi penerus perempuan agar tidak terjerumus lebih jauh lagi kepada perbuatan-perbuatan yang merusak masa depan mereka,” ujarnya.

Hadir juga pada kesempatan itu Ketua umum Pasatuan Induak Baleh Rahmawaty Sofyan Raz, Ketua Dewan Pembina YPSA Sofyan Raz, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAM) DR M Sayuti pemangku adat, alim-ulama, niniak mamak, cadiak pandai, dan masyarakat Minangkabau yang ada di Sumatera Utara. (GIL)